Pisah Sambut Dekan FE, Berjalan Meriah.

Resmi dilantik, Hari Yanto, Ph.D. menjadi Dekan FE UNNES untuk periode 2018 – 2022. Dalam acara pisah sambut, yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi hari ini ( 28/6) di UTC Kelud Semarang, Dekan terpilih, Heri Yanto, Ph.D, menyatakan banyak terima kasih kepada Dekan terdahulu, DR. Wahyono, atas teladan dalam kepemimpinan yang selama ini telah ditunjukkan, selama memimpin FE UNNES. Dekan juga menyatakan, akan melanjutkan beberapa program unggulan yang telah dicanangkan oleh Dekan periode sebelumnya. Continue reading

POLITIK PANGAN

Isu kerawanan pangan memang dari dulu telah mengemuka menjadi salah satu tantangan besar umat manusia. Negara punya tugas besar untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Maka menjadi tidak mengherankan jika urusan perut ini adalah salah satu dagangan politik paling laris untuk merebut hati masyarakat. Sekaligus menjadi salah satu indikator kesuksesan pemerintah dalam mengurus bangsa. Continue reading

Gugus Kerjasama FE UNNES Menjadi Pemenang Hibah Pengembangan Model Joint Curriculum Tahun 2018

Kamis, 31 Mei 2018 kemarin, proposal dengan judul MOA Credit Transfer Mahasiswa Manajemen UNNES dengan Manajemen Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia (UPSI) berhasil memenangkan Hibah Pengembangan Model Joint Curriculum Tahun 2018. UNNES menggandeng Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia (UPSI) sebagai mitra luar negeri dalam program ini. Program yang di pimpin oleh Drs. Heri Yanto, M.B.A., Ph.D. tersebut telah menyisihkan puluhan proposal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Penilaian dan evaluasi yang dilakukan oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tersebut menghasilkan 10 perguruan tinggi dengan program terbaik yang menjadi pemenang hibah dan UNNES menjadi salah satunya.

Pengumuman pemenang proram tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada tanggal 31 Mei 2018 lalu. Program ini sekaligus menjadi salah satu program untuk merealisasikan Internasionalisasi Fakultas Ekonomi UNNES melalui Gugus Kerjasama Fakultas Ekonomi yang diketuai oleh Sri Utami, S.S. M.A., M.Pd. dengan memfasilitasi kerjasama Nasional dan Internasional.

Luaran dari program ini adalah adanya MoA (Memorandum of Agreement) yang berisi kegiatan-kagiatan kolaborasi dari Fakultas Ekonomi UNNES dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen UPSI Malaysia. Salah satu kegiatan dalam waktu dekat yang akan segera dilaksanakan sebagai hasil tindak lanjut dari program ini adalah FGD terkait penyetaraan kurikulum dari kedua belah pihak.

Semoga hasil baik dari Gugus Kerjasama Fakultas Ekonomi ini bisa menjadi pemacu untuk semakin menginternasionalisasikan Fakultas Ekonomi UNNES di kancah dunia.

(NP/AS)

Jurusan Akuntansi Selenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Brevet Pajak A dan B

Dalam rangka meningkatkan kompetensi perpajakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada khususnya dan masyarakat umum pada umumnya, Jurusan Akuntansi (Tax Center Laboratorium Akuntansi FE Unnes) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I (Kanwil DJP Jateng I) akan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Brevet Pajak A dan B bagi mahasiswa FE Unnes dan masyarakat umum. Brevet pajak A dan B tersebut akan dilaksanakan pada:
Tanggal : 2 Juli s.d 8 Agustus 2018*
Tempat : Tax Center dan Laboratorium Komputer Jurusan Akuntansi FE Unnes (Gedung
L3 lt. 3)
Peserta : Mahasiswa FE Unnes (terutama mahasiswa akuntansi semester VII dan VI yang
telah menempuh mata kuliah perpajakan) dan masyarakat umum
Narasumber : Dosen Perpajakan Jurusan Akuntansi FE Unnes
Kanwil DJP Jateng 1
Praktisi Perpajakan
*Pertemuan sebanyak 16 kali, 1 kali pertemuan berdurasi 120 menit, 1 minggu dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan

Materi yang akan dipelajari meliputi:
1. Pengantar Hukum Pajak
2. Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
3. Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi
4. PPN Dalam Negeri
5. Pajak Bumi dan Bangunan
6. Bea Materai
7. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Pajak Bumi dan Bangunan
8. PPh Badan
9. Pemeriksaan Pajak
10. Keberatan Banding (KUP)
11. Perencanaan Pajak
12. Akuntansi Perpajakan
13. Pengisian SPT secara Elektronik (e-filling)
Biaya brevet pajak A dan B
Biaya brevet pajak A dan B sebesar Rp. 550.000
Pendaftaran dan Pembayaran s.d. 8 Juni 2018 mendapat diskon Rp. 100.000 (Khusus bagi mahasiswa FE Unnes

Fasilitas
Modul, Ujian, dan Sertifikat Brevet Pajak A dan B

Cara Pendaftaran dan Pembayaran
Ketik:
Brevet_Nama_Jurusan/Pekerjaan_Semester_No HP
Kirim ke 0831 5452 4550
Pada saat pendaftaran membayar Rp. 50.000, kekurangan pembayaran dapat dibayar di Accounting Corner Gedung L3 lt.3 FE Unnes atau transfer ke 1270-01-011752-50-1 (BRI) a.n. Adhilia Mega C. kemudian konfirmasi dan kirim bukti pembayaran ke 0831 5452 4550

Formulir pendaftaran dapat didownload di
https://bit.ly/2ksl3f7

Info lebihlanjuthubungi
0831 5452 4550 (NeniUciati)
0895 1048 8015 (David Indra Gunawan)

Tiga Bakal Calon Dekan FE Unnes, Paparkan Visi & Misi

Rapat senat terbuka dengan agenda tunggal penyampaian visi dan misi Bakal calon dekan fakultas Ekonomi UNNES 2018 – 2022, dilaksanakan hari ini (23/5) di ruang Aula FE Universitas Negeri Semarang. Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Senat Fakultas Ekonomi, DR. Wahyono,MM. tersebut, diikuti oleh anggota senat fakultas, seluruh dosen dan tendik di lingkungan FE UNNES, dan juga perwakilan mahasiswa.

Dalam paparan visi dan misi, tiga bakal calon yang akan bersaing menduduki jabatan Dekan FE, yaitu Drs. Heri Yanto, MBA, PhD., DR. Kardoyo, M.Pd., dan DR. Amin Pujiati, S.E., M.Si. satu per satu menyampaikan visi dan misi, jika terpilih menjadi Dekan Periode 2018 – 2022.

Kesempatan pertama, disampaikan oleh Drs. Heri Yanto, MBA, Ph.D. Dengan program yang bertajuk Nawa Program, Drs. Heri Yanto, MBA, Ph.D. menawarkan 9 program unggulaan, diantaranya Peningkatan Kualitas SDM dan fasilitas di Fakultas, Peningkatan publikasi riset dan pengabdian masyarakat, dan Peningkatan kerja sama dengan insitusi baik dalam dan luar negeri.

Selanjutnya pada kesempatan kedua, paparan disampaikan oleh bakal calon kedua, DR. Kardoyo, M.Pd. yang menyampaikan Nawa Target FE UNNES. Visi & misi bakal calon dekan kedua yang ber-tagline “Be Smart Together” ini, diantaranya terdiri dari, peningkatan iklim ilmiah dosen dan mahasiswa, maksimalisasi fasilitas akademik dan non akademik di lingkungan FE, dan merintis prodi Ekonomi Syariah dengan mengandeng kerja sama bersama King Abdul Azis University.

Sedangkan, untuk paparan terakhir, Dr. Amin Pujiati, M.Si, menyampaikan sejumlah program. Dengan menekankan Fakultas Ekonomi yang ber-spirit konservasi, visi & misi yang disampaikan diantaranya peningkatan kualitas publikasi, peningatan kualitas SDM, dan progam akselarasi kelas internasional.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibuka sesi tanya jawab, antara bakal calon dekan dengan peserta rapat senat. Beberapa isu yang ditanyakan diantaranya terkait arah kebijakan fakultas untuk masing masing jurusan, strategi peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, peran fakultas ekonomi di era disrupsi teknologi, dan kebijakan perubahan nama Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Kegiatan paparan visi misi bakal calon dekan ini, merupakan rangkaian kegiatan pemilihan dekan FE UNNES periode 2018 – 2022. Kegiatan ini kemudian akan dilanjutkan dengan pemilihan Dekan dan pelantikan Dekan, dalam rangkaian acara yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga bulan Juni 2018.

Tim UCMC on May dari UNNES berhasil merebut juara 2 di Capital Market Competition (CAPTION 2018)

Capital Market Competition (CAPTION 2018) merupakan serangkaian lomba pasar modal yang diadakan oleh kelompok Studi Pasar Modal Universitas Pekalongan. Serangkaian lomba CAPTION ini meliputi online trading yang dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2018 sampai dengan 9 Maret 2018 pada tahap online trading ini peserta kompetisi melakukan jual beli saham setiap hari pada tanggal yang ditentukan dan sesuai jam bursa, yang kemudian dilanjutkan dengan online kuis seputar pasar modal pada tanggal 12 Maret 2018 dan 13 Maret 2018.
Bobot penilaian dari penyisihan ini adalah 70% dari online trading dan 30% dari online kuis.
Dan kemudian terpilih 10 besar finalist yang kemudian diundang ke Universitas Pekalongan pada tanggal 24 Maret 2018 untuk mengikuti Seminar Nasional dan sekaligus penyerahan hadiah untuk para juara. Dari kompetisi ini juara 1 berhasil di rebut oleh tim tuan rumah dari UGM, juara 2 tim UCMC on May dari UNNES, juara 3 tim tetangga tuan rumah dari UGM.
Tim UCMC on May beranggotakan Ratna Purnasari dari jurusan Akuntansi 2016 dan Gunawan Nur Sambudi dari jurusan Manajemen 2016, keduanya juga aktif dalam organisasi UNNES Stock Exchange Study Forum. Yang mana saat ini Ratna Purnasari adalah ketua departement investasi UNSSAF 2018 dan Gunawan Nur Sambudi adalah staff fungsionaris department investasi UNSSAF 2018.

Mahasiswa FE Raih Juara 2 dalam Ajang Olimpiade Akuntansi

Selasa,8 Mei 2018 – Telah dilaksanakan lomba Akuntansi perguruan tinggi tingkat nasional (Accounting Fair 2018) dengan tema “Enhance Competitiveness for Professional Accountant”. Kegiatan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Bisnis UMM di Gedung GKB 4 lt 4 Kampus 3 UMM. Perlombaan ini diadakan sebagai wujud dari peningkatan kualitas mahasiswa akuntansi dalam menghadapi perkembangan dunia akuntansi. Sebanyak 40 tim dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terdapat 4 tahap perlombaan dan 2 tahap tambahan. Sebanyak 2 tim dari UNNES lolos ke tahap final. Dari hasil penjurian, diperoleh Juara 1 dari Politeknik Negeri Kediri, juara 2 dari Universitas Negeri Semarang, dan juara 3 dari Politeknik Negeri Malang. Juara 2 dari tim UNNES diwakili oleh Krisna Dewi dan Popi Asih, mahasiswa jurusan akuntansi FE UNNES semester 4.

Keren, Gugus Kerjasama FE hadirkan Pembicara dari Spanyol di Kelas Internasional

Semarang, (02/Mei) – Untuk merealisasikan visi internasionalisasi dari UNNES, maka FE dalam hal ini Gugus Kerjasama Fakultas Ekonomi yang diketuai oleh Sri Utami, S.S., M.A., M.Pd. melalui De Javato, mengundang pembicara dari Spanyol. Dalam kegiatan yang bertajuk “Internasional Class with the Foreigners” ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa kelas internasional dalam berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara,

Bertempat diruang C3 218, sebanyak 50 mahasiswa kelas internasional dari jurusan Ekonomi Pembangunan dan Pendidikan Ekonomi (IUP), mengikuti kelas tersebut dengan antusias. Hadir sebagai pembicara, Osmel Eduardo Serrano Perez dari Universidad de Murcia Campus de Lorcadari Spanyol untuk berbagi cerita terkait tentang Spanyol, sebuah Negara di Eropa terkait dengan budaya, sejarah, dan geografi dari negara matador tersebut. Selain itu, mahasiswa juga belajar bahasa Spanyol dan diperkenalkan beberapa makanan khas dari negara tersebut.

Syahrul, salah satu mahasiswa IUP yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang mengikuti perkuliahan yang dihadiri oleh Mr. Osmel karena bisa langsung mempraktekkan bahasa Inggris dan mendapatkan informasi menarik terkait Spanyol. Selain itu, dia berharap kegiatan ini bisa rutin diadakan untuk memberikan motivasi dan pengalaman untuk bisa berinteraksi dan berkomunikasi  dengan banyak orang dari berbagai negara.  Keep moving forward, FE.

Dampak Online Transportation bagi Masyarakat Agraris

Oleh: Tusyanah, S.Pd., M.Pd.

Pernahkah mengalami kejadian dimana kita sedang memburu waktu tapi tidak ada kendaraan yang siap mengantarkan? Atau kelaparan tapi tidak sempat beli makan? Saya seringkali mengalaminya. Dan dengan klik aplikasi Gojek atau Grab maka masalah tersebut terselesaikan. Perkembangan information dan teknologi benar benar telah mengubah kehidupan di era digital sekarang. Betapa menyenangkan karena interaksi, komunikasi, transportasi menjadi lebih mudah, cepat dan murah. Sebagai konsumen, tentu aplikasi ojek online ini sangat membantu.

Konsekuensinya, Gojek dan Grab membuka lowongan kerja untuk driver. Semua orang yang sudah mempunyai smart phone, SIM dan STNK bisa mendaftar menjadi driver. Pekerjaan ini fleksibel untuk dilakukan. Jikalau sang driver sedang repot, dia bisa jeda sebentar untuk tidak mengambil order. Jadi tidak mengherankan jika banyak orang ingin menjadi driver di aplikasi ojek online tersebut.

Dan hal ini juga menarik perhatian produser TV untuk menayangkan program TV yang menceritakan kehidupan para tukang ojek atau driver. Diceritakan bahwa kehidupan mereka menyenangkan dan lucu. TV sebagai media informasi yang hampir ada di tiap rumah membuat TV mampu menjangkau jutaan penonton baik di kota maupun di desa.

Dengan adanya permintaan pasar dan ilustrasi menyenangkan kehidupan driver ojek memungkinkan pemuda yang sedang mencari pekerjaan untuk menjadi driver online. Para pemuda desa memilih menjadi driver online dibanding petani di desa. Saya pernah mendapatkan driver online yang aslinya dari desa tapi kemudian demi mencari kehidupan yang layak berpindah ke Semarang.

Hal ini tentu tidak salah namun adakah akibat jangka panjang nya jika tidak ada yang ingin jadi petani? Bagaimana jika profesi petani menjadi petani yang sepi peminat bahkan untuk anak pemilih sawah sekalipun.

Petani sebagai produsen bahan mentah pangan di Indonesia seperti beras, kacang, jagung, sayuran dan buah buahan tentu berperan dan berpengaruh penting terhadap ketahanan pangan nasional. Hal ini memprihatinkan jika kelak Indonesia sebagai negara agraris menjadi negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Bahkan sekarangpun Indonesia  membuka kran impor bahan pangan dari Thailand dan China.

Mungkin bisa dipikirkan untuk mulai mempromosikan pekerjaan petani untuk pemuda Indonesia. Petani adalah pekerjaan yang mulia dan juga menjanjikan masa depan yang cerah. Promosi menjadi petani semestinya juga mendapatkan porsi perhatian yang sama dari produsen TV seperti promosi kehidupan driver ojek online. Semestinya ada juga sinetron mengenai pekerjaan petani sukses yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang. Sehingga profesi petani menjadi profesi yang diminati dan digeluti oleh banyak pemuda Indonesia.

Pemuda adalah tulang punggung bangsa yang akan meneruskan dan menentukan masa depan Indonesia. Jadi pembentukan karakter yang kerja keras dan kerja cerdas harus terus dikembangkan termasuk dalam pekerjaan pertanian. Dengan adanya internet, perkembangan teknologi maka Kita dituntut unuk merespon dengan cepat sehingga perlu diluncurkan sistem penjualan hasil pertanian secara online seperti “Marketplace Online untuk Petani” dimana petani bisa membuat akun sebagai penjual hasil pertanian dan mengeksekusi order dengan cepat dan layak. Dengan tidak adanya perantara/ intermediasi diharapkan petani masa depan mampu memperoleh profit yang lebih banyak.

Banyak pihak yang harus dilibatkan dalam usaha penciptaan petani masa depan yang mampu bersaing dengan bangsa lain. Salah satunya adalah peran pendidikan yang vital bagi perubahan pemikiran, pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola lahan pertanian dan pengolahan hasil pertanian agar regenerasi petani terus berlanjut. Semoga kelak kebijakan pemerintah peduli dengan nasib petani karena profesi petani itu membanggakan dan bermanfaat bagi banyak orang.