INTERNATIONALIZATION OF FACULTY

Kurikulum adalah salah satu poin penting yang menjadi perhatian di kalangan akademisi. Ditengah kedinamisan yang tinggi era ini, kurikulum juga dituntut untuk berkembang agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan globalisasi.

Kurikulum tentu menjadi salah satu titik penting dalam penyelenggaraan pendidikan di semua universitas tak terkecuali UNNES. Dalam rangka merealisasikan visi UNNES yaitu menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi Internasional, maka Jurusan Pendidikan Ekonomi menggelar program “Workshop Pedoman Kurikulum Internasional Jurusan Pendidikan Ekonomi”.

Menghadirkan BM Purwanto (Wakil Dekan Bidang Akademik, FEB UGM) sebagai pembicara, dalam workshop ini dipaparkan berbagai hal tentang pengalaman FEB UGM menginternasionalisasikan fakultasnya.

Internasionalisasi fakultas sendiri penting untuk menjadikan fakultas dengan pengalaman internasional dalam pengajaran, penelitian, publkasi, dan layanan masyarakat. Menurutnya, internasionalisasi fakultas harus mempunyai orientasi strategis, yaitu tujuan yang jelas, fokus, dan konsisten.

Beberapa hal yang harus dimiliki untuk membangun sebuah fakultas bereputasi internasional adalah akreditasi internasional, jaringan internasional,  kegiatan akademik internasional,  dan tentu saja jurnal internasional. Dalam kesempatan ini disampaikan pula bagaimana pengelolaan kurikulum, pengelolaan kelas internasional, dan jaringan kelas internasional.

Kegiatan yang dihadiri oleh segenap dosen fakultas ekonomi ini digelar pada Kamis (10/11) lalu. Bertempat di ruang rapat 2 gedung L Fakultas Ekonomi UNNES, acara berlangusung lancar. Besar harapan dari semua pihak agar Fakultas Ekonomi juga dapat melaksanakan internasionalisasi fakultas untuk mendukung visi UNNES.

Jurusan Pendidikan Ekonomi sendiri kini telah memiliki 3 kelas Bilingual dan sedang merancang kelas internasional. Pendidikan Ekonomi juga sedang berkonsentrasi untuk mempersiapkan sarana prasarana dan SDM yang berkualitas untuk dapat mewujudkan program ini.internasionalisasi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *