Perlunya Pesan MKU dan MKDK, dan Pelayanan 20-22 Februari

Semarang, akademik.unnes.ac.id. Perlu disadari bahwa kelas dan kuota pada jadwal di Universitas Negeri Semarang (UNNES), dibuka berdasarkan banyak pemesan yang dilakukan oleh mahasiswa, baik untuk mata kuliah di Prodi/Jurusan, terlebih Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK).

Mengapa MKU dan MKDK lebih ditonjolkan, sebab Pusbang MKU dan MKDK melayani ribuan mahasiswa (seluruh UNNES), sehingga jumlah pemesan “sangat penting” untuk menyusun jadwal kuliah. Terlebih seluruh jadwal kuliah MKU dan MKDK menggunakan ruang kelas yang ada di Fakultas/Jurusan/Prodi.

Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, Media Pendidikan, MKU dan MKDK (Kapusbang MKU dan MKDK), Isnarto mengutarakan “sejak beberapa semester yang lalu, MKU selalu direpotkan oleh mahasiswa yang tidak memesan, tetapi ingin mengambil. Jika pola pikir seperti itu masih dipegang, apa gunanya pemesanan? Padahal Tim Jadwal menggunakan rekap pemesan sebagai dasar penjadwalan. Tidak sedikit mahasiswa yang tidak memesan, tetapi tidak merasa bersalah, mengambil jatah mahasiswa yang sudah pesan dan tidak merasa merepotkan tim jadwal. Pola pikir seperti ini, perlu diubah. Pada semester yang akan datang, pastikan aturan pemesanan diikuti, agar tidak menyusahkan Tim Jadwal. “ ungkapnya.

Kapusbang MKU dan MKDK juga menyampaikan, bagi mahasiswa yang sudah pesan MKU atau MKDK tetapi belum dapat mengisi KRS, silakan datang langsung ke Kantor MKU LP3 UNNES di Gedung LPTK (gedung baru di pintu gerbang depan, red) Lantai 2 pada jam kerja, tanggal 20-22 Februari 2017, dengan persyaratan (1) membawa bukti pemesanan (cetak dari Sikadu), (2) membawa laptop untuk pengisian langsung.

“Kenapa harus datang langsung? Jawabannya adalah (1) Untuk memastikan yang sudah pesan dapat terlayani, (2) Kalau langsung dibuka tanpa tatap muka, siapa yang menjamin kuota itu diambil oleh yang sudah pesan, (3) Untuk mengetahui rombel mana yang tidak tumbuk, sehingga langsung dipilihkan oleh Tim Jadwal. Prioritas utama kami adalah untuk mahasiswa yang sudah pesan”, paparnya.

Isnarto tidak menjanjikan bagi mahasiswa yang tidak pesan bisa mengambil mata kuliah MKU dan MKDK, hal tersebut sangat tergantung kepada ketersediaan rombel dan dosen pengampu. Mengapa ketersediaan rombel? Karena MKU dan MKDK seluruhnya menggunakan ruang kelas yang ada di fakultas. Apabila ruangan sudah tidak tersedia, mana mungkin bisa dibuka kelas baru, katanya.

Ditegaskan lagi bahwa untuk yang tidak pesan, masih ada peluang bisa mengambil mata kuliah MKU dan MKDK, setelah mahasiswa pemesan terlayani, tanggal 22 Februari 2017 pukul 16.00, Tim Jadwal akan mengevaluasi ketersediaan rombel dan dosen pengampu. “Selagi memungkinkan, Tim Jadwal akan menambah kuota atau membuka rombel baru. Silakan bagi yang tidak pesan, untuk mencermati hal ini. Bagi yang tidak pesan, bisa mengisi rombel yang masih memungkinkan.”, tegasnya.

“Kami dari MKU minta maaf apabila terpaksa ada mahasiswa yang tidak bisa mengambil mata kuliah MKU karena memang sudah tidak tersedia rombel lagi, dan kami kesulitan menyediakannya. Semoga Allah SWT memberikan kejernihan pikir dan kebaikan untuk kita semua. Aamiin.”, pungkasnya.
(Isnarto, Suara Warga)

You may also like...