GEMBIRA MENJADI BAGIAN DARI TRADISI MUDIK

 

 

Oleh Sri Utami, S.S., M.A., M.Pd.

Mudik merupakan istilah yang sangat populer di Indonesia, terutama menjelang perayaan hari raya Idul Fitri. Tradisi mudik sudah menjadi seperti “kewajiban” bagi masyarakat yang pada umumnya umat muslim untuk bertemu dengan keluarga, orang tua,  teman-teman, dan lain-lain. Momen mudik di hari raya Idul Fitri dijadikan sebagai salah satu momen silaturahmi yang sangat dinantikan. Sebetulnya, apa itu mudik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik mempunyai arti pulang ke kampung halaman. Pulang itu sendiri bermakna kembali ke rumah atau ke tempat asalnya. Artinya jika seseorang mudik berarti bahwa orang tersebut pulang ke kampung halaman/ke rumah/ke tempat asal. Sehingga, jika ditilik dari arti menurut KBBI, penggunaan istilah mudik sejatinya tidak hanya dapat dipakai saat momen lebaran saja, tetapi kapanpun dimana perantau ingin pulang ke rumah atau atau tempat dimana dia berasal. Sehingga, dalam arti luas, pemudik adalah seseorang yang pulang kampung dalam waktu tertentu. Sehingga, mudik bisa dilakukan oleh siapa saja, dari agama apapun, dan negara manapun.

Setiap tahun, fenomena masyarakat pulang ke tempat asal (mudik) juga terjadi dibeberapa negara pada waktu tertentu. Misalnya saja di Amerika. Masyarakat Amerika melakukan mudik di hari  libur nasional Thanksgiving atau hari Pengucapan Syukur. Warga Amerika yang merantau melakukan aktifitas mudik ini untuk berkumpul bersama keluarga besar yang biasanya dilengkapi dengan menyantap kalkun bersama. Di negara lain, China misalnya, tradisi mudik dilakukan oleh ratusan juta penduduk di Tahun Baru Imlek.  Sehingga disebut-sebut bahwa liburan Imlek Cina merupakan migrasi terbesar di dunia.  Selain itu, di India, Hari Diwali juga hari yang sangat dinantikan oleh masyarakat terutama yang beragama Hindu. Pasalnya, menjelang hari libur Diwali, para perantau akan berbondong-bondong mudik ke kampung halaman untuk merayakan Festival of Lights ini bersama keluarga besar.

Jika demikian, mudik dilakukan tidak hanya di Indonesia hanya saja waktu khusus mudiknya yang berbeda-beda. Jika di Amerika tradisi mudik dilakukan saat perayaan Thanks Giving, di China saat libur Imlek, dan di India saat perayaan Diwali, momen mudik terbesar di Indonesia terjadi saat menjelang perayaan Hari raya Idul fitri yaitu hari Raya umat Muslim yang jika di Amerika momen berkumpul bersama keluarga besar dilengkapi dengan santapan kalkun, sedangkan mudik di hari raya Iedul fitri, santapan khasnya adalah ketupat dan opor ayam. Mudik di hari libur saat Hari Raya Idul Fitri tidak hanya ada di Indonesia, dinegara lain yang mayoritas penduduknya muslim pun, masyarakatnya melakukan hal yang sama. Sebut saja Malaysia, Pakistan, begitu juga dengan Bangladesh.

Bagi warga Indonesia, termasuk warga Universitas Negeri Semarang (UNNES), mudik di hari raya lebaran merupakan perayaan libur yang sangat dinanti-nantikan karena tidak hanya bertemu dengan orang tua, saudara, tetapi momen ini juga umumnya dimanfaatkan untuk mengadakan acara reuni teman-teman SMP maupun SMA, bersilaturahmi dengan para guru, tetangga, dan lain-lain.

Semoga momen hari libur di Hari raya Idul Fitri ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Umumnya, bagi umat muslim, setelah menyiapkan “bekal” selama satu bulan penuh dengan berpuasa di bulan Romadhan, menjadi bagian dari momen mudik di hari raya Idul Fitri merupakan proses yang menggembirakan. Artinya, gembira telah menyambut Romadhon, gembira menjalankan puasa di bulan Romadhon, dan gembira pula dapat melewati dan dapat mudik-kembali- ke kampung halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts you may like