TINGKATKAN PERSATUAN DALAM BINGKAI IDUL FITRI

 

Oleh Fentya Dyah Rahmawati (Pend. Adm. Perkantoran 2015)

Idul Fitri dimaknai sebagai hari pengembalian fitrah manusia, fitrah yang suci, tanpa dosa, bersih dan penuh cinta dan kasih sayang. Hal ini selaras dengan konsep islam bahwa asal muasal manusia ketika bayi adalah suci bersih tanpa noda. Kemudian setelah menapakkan kaki ke dunia, bayi yang suci tersebut seiring waktu pada akhirnya akan bergelimang dosa dan kesalahan. Maka, di hari Raya Idul Fitri ini sudah sepantasnya, dengan segenap hati kita saling memohon maaf dan memaafkan sesama manusia. Sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala khilaf dan noda yang telah memberikan warna pekat dalam hidup.

Di Indonesia, moment mudik menjadi ritual paling kolosal. Jutaan orang berimigrasi dengan tujuan mengunjungi keluarga dan sanak saudara, beziarah ke tanah leluhur, dengan satu tujuan yaitu mendapat kata ‘Maaf’. Dalam konteks pendidikan, diyakini bahwa konsep manusia suci atau kembali fitri mampu menjadikan kaum intelektual dan akademisi Indonesia umumnya dan Universitas Negeri Semarang yang lebih baik. Moment yang sangat indah jika setiap kerja, manuver, kegiatan hingga aksi dilandasi pada sudut pandang untuk kebaikan sesama manusia.

Dalam bulan Ramadhan ini, ada banyak hal yang terjadi di Universitas Negeri Semarang ini. Hal tersebut diharapkan sekadar batu kecil kehidupan yang mampu kita lewati dengan bijak. Pada dasarnya masalah adalah teman kehidupan, dimana selama kita jantung berdetak pastilah masalah kehidupan selalu menemani, termasuk dalam urusan akademik ataupun pendidikan. Perlu diingat bahwa fitrah manusia yang suci dan memiliki potensi untuk menebar kebaikan selaras dengan ajaran islam. Islam mengingatkan pada manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan dan mewujudkan islam yang menjamin ketentraman dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi. Maka, sudah menjadi tugas manusia untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama demi terciptanya kehidupan yang penuh ketentraman.

Moment hari Raya Idul Fitri diharapkan mampu menjadi titik persatuan atas segala perbedaan, termasuk perbedaan pendapat yang ada di dunia pendidikan. Makna maaf yang disadari dengan benar mampu mengantarkan manusia pada gerbang perdamaian yang mampu menyatukan perbedaan. Di Hari nan Fitri, baiknya menjadi refleksi dan saling mengevaluasi diri agar mampu menemukan titik terang dalam menghadapi segala batu kehidupan.

 

Taqobbalallaahu Minnaa Wa Minkum. Minal Aidzin Wal Faizin. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *