Fakultas Ekonomi UNNES menghadiri Meeting 3: Growing Indonesia- A Triangular Approach (Erasmus+ Capacity Building in Higher Education)

Yogyakarta, 19-20 Juli 2018- Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang mengikuti agenda rapat GITA Meeting 3 (Growing Indonesia Triangular Approach) yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang difasilitasi oleh Erasmus+ program dari Uni Eropa. Pertemuan ketiga ini dihadiri oleh tiga universitas dari Eropa; University of Gloucestershire (UOG) Cheltenham, UK; Dublin Institute of Technology (DIT), Dublin, Ireland; Fachhochschule des Mittelstandes (FHM), Bielefeld, Germany; dan University of Innsbruck (UIBK), Innsbruck, Austria; serta tujuh universitas dari Indonesia, salah satunya adalah Universitas Negeri Semarang (UNNES).

UNNES mengirimkan empat delegasi yaitu Dorojatun Prihandono, S.E., M.M, PhD., Sri Utami S.S., M.A., M.Pd., Andryan Setyadharma, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Wijang Sakitri SPd., M.Pd. Pada rapat ketiga ini semua universitas mempresentasikan Action Plan yang sudah dirumuskan dimasing-masing institusi. Action Plan dirumuskan berdasarkan implementasi HEInnovate Tools yang kemudian dianalisis oleh tim. HEInnovate Tools merupakan suatu instrumen yang ditujukan untuk menilai tentang posisi suatu universitas terkait entrepreneurial dan melihat sejauh mana universitas memfasilitasi kegiatan-kegiatan terkait kewirusahaan baik bagi mahasiswa, staff, maupun dosen. Penilaian tersebut merupakan subyektifitas dari mahasiswa, dosen, staf administrasi, maupun pimpinan. Sehingga HEInnovate Tools hanya sebagai instrumen pendukung untuk merumuskan action plan.

Sejak pertemuan yang sebelumnya diselenggarakan di University of Gloucestershire, Inggris, pada bulan April 2018 yang lalu, masing-masing universitas penerima hibah tersebut menyusun action plan dan mempresentasikannya pada pertemuan tersebut. Beberapa hal penting dari pertemuan ke-tiga rapat GITA ini adalah; pertama, rencana pembentukan asosiasi untuk Indonesia terkait Growth Hub yang mana akan didukung oleh University of Gloucestershire, dan growth hub dari Austria; Kedua, action plan yang sudah ditulis diharapkan dapat diimplementasikan; Ketiga, kegiatan yang akan dilakukan oleh tim erasmus dimasing-masing universitas diharapkan memenuhi syarat SMART (specific, measurable, achievable, realistic, and timely).

Dihari pertama, selain mempresentasikan action plan, masing-masing universitas juga menginformasikan progres atau rencana pengembangan fisik Growth Hub yaitu sebagai suatu pusat pertumbuhan atau tempat sebagai wadah pertemuan, diskusi ide bisnis, tempat pelatihan, maupun pertemuan antara mahasiswa, pebisnis, praktisi, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan yang dihadiri 11 universitas dari Indonesia dan Eropa ini juga berkunjung ke sentra Batik Ayu Arimbi- sebagai salah satu UMKM dampingan dari Universitas Islam Indonesia (UII) untuk melihat proses pembuatan Batik pewarna alam, proses mewarnai, pencelupan, hingga pemasaran.

Kemudian, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi tuan rumah di acara pada hari kedua. Acara diawali dengan mengunjungi growth hubs UAD Kampus 2. Kemudian, di kampus 4 UAD, workshop dilaksanakan dengan agenda presentasi action plan network GITA oleh masing-masing universitas dan dua presentasi dari almuni dan pebisnis yang sukses.

Project leader, Prof. Neil Towers, dan konsultan growth hubs- John Jameson, menutup workshop dengan membagi 11 universitas kedalam dua kelompok yaitu kelompok Steering Committee dan Kelompok Asosiasi. Dua kelompok tersebut merumuskan tahap lanjut kegiatan setelah GITA Meeting 3. Salah satunya adalah beberapa target kegiatan sebelum visitasi ke Growth Hubs yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2018 mendatang di University of Inssbruck, Austria.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *