PERAN PEMUDA DALAM MENJAGA MARWAH KEMERDEKAAN

Oleh Novian Pambudi

Peringatan dirgahayu kemerdekaan Indonesia bukan sekadar perayaan belaka. Peringatan kemerdekaan Indonesia menjadi sebuah momen penting untuk meningkatkan jiwa nasionalisme serta mempererat persatuan dan kesatuan. Momen ini menjadi bagian penting untuk menjadi titik refleksi perjalanan kemerdekaan Indonesia dimana kita harus berkontemplasi untuk menilik sejauh mana cita-cita dari ­Founding Fathers telah tercapai. Kegiatan-kegiatan untuk memperingati kemerdekaan bangsa merupakan hal yang biasa dilakukan, lomba-lomba sebagai bagian dari perayaan merupakan hal yang mampu memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Lebih dari itu, kita seyogyanya juga bisa memaknainya sebagai bagian penting perjuangan dan sejarah bangsa. Indonesia merupakan negara unik yang lahir dari persatuan dan kesatuan masyarakatnya terutama oleh peran pemuda.

Pemuda saat ini dipandang begitu penting baik dalam kehidupan berbangsa maupun dalam kehidupan bernegara. Dengan segala kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, pemuda merupakan sebuah komunitas lapisan masyarakat yang  mampu merombak arah masyarakat hari ini akan di bawa. Pemuda di pandang begitu murni karena belum adanya hasrat akan kepentingan-kepentingan yang kompleks dan majemuk. Kita dapat melihat bagaimana pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berkenaan dengan perannya untuk menjaga marwah kemerdekaan dimana cita-cita pendiri bangsa harus diperjuangkan. Pemuda hari ini mempunyai peran yang begitu strategis dalam mewujudkan perubahan, sebagai social control, dan iron stock dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai pembawa perubahan (agent of change), dalam hal ini pemuda dituntut untuk bisa berbuat baik dan benar. Pemuda mempunyai suatu tanggung jawab moral terhadap diri sebagai seorang individu dan sebagai kaum pembawa perubahan untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai moral yang hidup dalam masyarakat, serta bisa merubah masyarakat menjadi lebih baik dengan berbagai tindakan nyatanya. Pemuda sebagai lapisan sosial pembawa perubahan harus senantiasa kritis dan inovatif dalam melaksanakan perannya yang sangat penting dalam perubahan bangsa. Pemuda harus dapat merealisasikan teori yang di pelajarinya dari para orang tua untuk mewujudkan solusi inovatif terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Mereka juga harus berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Pemuda adalah generasi penerus bangsa untuk meneruskan dan menggantikan generasi sebelumnya untuk melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.

Pemuda berperan sebagai penyampai kebenaran (agent of social control) yang selain bertanggungjawab sebagai individu juga memiliki tanggung jawab dalam peranan sosial. Pemuda hari ini harus memahami bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Kontrol sosial pemuda dapat di lihat dari perannya, pemuda bisa menjadi kontrol bagi berjalannya suatu masyarakat dalam pemerintahan baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan. Pemuda juga bisa berperan sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pihak penguasa.  Tentu dalam menjalankan perannya ini, pemuda harus senantiasa memperhatikan norma dan etika.

Sebagai generasi penerus masa depan (iron stock), pemuda dituntut untuk berperan lebih. Pemuda wajib memikirkan dan mengembangkan hal-hal untuk mendukung terwujudnya tujuan bangsa, serta menyadari betul bahwa fungsi dasar pemuda adalah bergelut dengan perkembangan, sehingga harus sadar dan bertindak praksis dalam memberikan perubahan yang lebih baik. Peran pemuda sebagai iron stock diharapkan mampu menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Hal yang tidak boleh dilupakan dan harus terus di ingat adalah bahwa pemuda merupakan aset, cadangan, dan  harapan bangsa untuk masa depan. Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh entitas kehidupan yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan adanya sebuah pergantian baik itu pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda maupun pergantian sistem tatanan kehidupan. Oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kepemudaan merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan. Pemuda harus kritis terhadap segala momentum kaderisasi untuk mewujudkan peranannya ke depan melalui perbaikan karakter.

Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman kolonialisme hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda terdepan perubah kondisi bangsa. Peran pemuda bagi bangsa dan negara tidak lagi hanya sekadar duduk belajar di depan meja sambil mendengarkan orang tua berbicara, pemuda sekarang dituntut  mempunyai berbagai peran dalam melaksanakan perubahan untuk memberikan manfaat nyata bagi bangsa Indonesia, peran pemuda bisa di pandang sebagai generasi penerus yang harus dan wajib melanjutkan serta menyampaikan nilai-nilai kebaikan, sebagai generasi pengganti keburukan, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan penerapan inovasi kebaikan dan pemikiran yang lebih berorientasi pada perwujudan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia. Dengan demikian, pemuda sekarang harus mampu memikul beban berat sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan negara, pemuda harus bisa melanjutkan perjuangan para pejuang terdahulu yang telah merelakan darah dan keringatnya untuk kemerdekaan. Pemuda sebagai aktor perubahan sosial kedepan harus bisa menciptakan perubahan sosial yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts you may like