MAHASISWA: ANTARA AKADEMIS DAN ORGANISASI

 

Oleh: Fransisca Rachmawati Indira

Universitas akan membuat anda belajar banyak hal, meskipun anda jarang masuk kelas. Setiap hari belajarlah sesuatu hal berharga. Baik itu di mata kuliah anda, di organisasi anda, maupun ditempat nongkrong anda. Mahasiswa adalah seorang pembelajar. (bijakkata.com)

Berikut sebuah konsep tentang mahasiswa, mahasiswa dalam Peraturan Pemerintah RI No.30 tahun 1990 adalah  peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa menurut Knopfemacher adalah insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi (yang makin menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-calon intelektual.

Ada enam tipologi mahasiswa menurut Maman S. Mahayana, yaitu: pertama, mahasiswa underdog; mahasiswa yang umumnya datang dari pedesaan, merasa tidak ada yang dibanggakan, berusaha menjadi mahasiswa yang baik, motivasinya tinggi untuk kuliah. Kedua, mahasiswa salon; mahasiswa yang datang dari kota dan keluarga berada, kuliah sekedar agar tidak menganggur, bersiap melanjutkan usaha orang tua, kampus sebagai tempat pamer kendaraan dan penampilan, tujuan status mahasiswa bukan ilmu. Ketiga; mahasiswa anak mami; mahasiswa yang berasal dari keluarga menengah atas, sungguh-sungguh kuliah tapi tidak peduli kegiatan non-akademis, kerjanya hanya tidur dikost, ke kampus, dan pulang kampung. Tujuannya untuk segera menyelesaikan kuliahnya dengan baik agar memperoleh pekerjaan. Keempat, mahasiswa jalan pintas; mahasiswa yang motivasinya hanya memperolah gelar ijazah meskipun harus membayar nilai, melakukan plagiat skripsi atau membayar orang untuk di buatkan skripsi, menghalalkan cara untuk mendapatkan nilai baik, seperti menyontek, copy-paste tugas kuliah, dan lain-lain. Kelima, mahasiswa pekerja; mahasiswa dari keluarga pas-pasan atau karyawan yang ingin merubah nasib, biasanya sungguh-sungguh mengikuti kuliah, sering juga mengikuti kegiatan mahasiswa. Keenam mahasiswa unggulan; mahasiswa yang berasal dari keluarga terpelajar, secara ekonomi dan intelektual bagus, sering memanfaatkan masa kuliah untuk menempa diri di organisasi atau kegiatan ilmiah lainnya.

Beberapa konsep tentang organisasi. Organisasi menurut Stoner adalah pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Sedangkan Henry Setiawan berpendapat organisasi adalah wadah berkumpulnya orang-orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Mahasiswa dan organisasi merupakan kedua hal yang tidak dapat terpisahkan. Sehingga timbul istilah, mahasiswa kura-kura, alias kuliah-rapat kuliah-rapat, itulah sebutan bagi mereka, para mahasiswa yang aktif di beberapa kegiatan kampus. Bahkan, tidak jarang mereka rela pulang larut malam dari kampus setiap harinya demi menghadiri rapat ini dan itu. Kehidupan berorganisasi di kampus nyatanya memiliki begitu banyak pandangan dan sorotan. Ada yang memandang bahwa dengan mengikuti kegiatan organisasi hanya akan menghambat nilai akademik. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa dengan bergabung dalam organisasi kampus akan memberikan banyak sekali manfaat bagi dirinya, salah satunya dengan menjadi mahasiswa yang eksis yang terkenal seantero kampus.

Sebagai seorang mahasiswa, berprestasi di bidang akademik sudah menjadi sebuah kewajiban. Ingat, tugas kita sebagai seorang mahasiswa adalah belajar! Tapi, apa iya cukup dengan belajar saja?. Selain datang ke kampus untuk menimba ilmu, alangkah baiknya kalau seorang mahasiswa juga menyeimbangkan kehidupannya sebagai mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan di bidang non akademik, salah satunya dengan aktif di beberapa organisasi kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), himpunan mahasiswa jurusan/program studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau bergabung dalam kepanitiaan sebuah acara di kampus.

Bergabung dalam organisasi kampus atau kepanitiaan acara kampus ternyata memberikan banyak manfaat. Berikut ini adalah beberapa bukti kalau  bergabung dalam organisasi kampus atau kepanitiaan acara kampus itu bukan semata-mata cuma jadi mahasiswa eksis, tapi juga ada manfaatnya. Diantaranya adalah:

  1. Melatih leadership skill. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan di organisasi atau bergabung dalam kepanitiaan sebuah acara kampus umumnya akan lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapatnya di depan orang lain, lebih memiliki inisiatif, serta dapat mengarahkan dan menggerakkan teman-teman mahasiswa lainnya sesama anggota organisasi/kepanitiaan.
  2. Menyalurkan hobi dan minat. Organisasi-organisasi kampus merupakan wadah yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswanya untuk menyalurkan hobi dan minat terpendam kita.
  3. Social Networking atau memperluas jaringan sosial. Bergabung dalam organisasi kampus atau menjadi panitia dalam sebuah acara kampus akan memperkenalkan kita pada teman-teman baru. Kita akan berkenalan dengan teman-teman dari jurusan lain, teman seangkatan, senior, dan masih banyak lainnya.
  4. Belajar manajemen waktu. Dengan mengikuti organisasi/kepanitiaan acara kampus, waktu yang biasanya kita gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas otomatis akan berkurang. Nah, agar kegiatan akademik dan non akademik kita berjalan lancar, maka manajemen waktu yang baik haruslah kita lakukan.
  5. Pengalaman sebagai mahasiswa yang berorganisasi, bisa menjadi bekal kita ketika akan bersaing pada dunia kerja dan dapat menjadi nilai plus jika dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya aktif dalam aktivitas perkuliahan saja. Prestasi mahasiswa bukan saja ditunjang dengan prestasi akademik semata. Faktor pengalaman mahasiswa dalam organisasi kampus  juga sebagai salah satu faktor penting untuk menunjang suksesnya mahasiswa kelak setelah selesai kuliah.

Harapan mahasiswa pada umumnya adalah bisa kuliah dan mencapai prestasi akademis yang memuaskan, dilain hal juga harus bisa mendapatkan pengalaman lebih dan mengasa ketrampilan yang dimilikinya untuk kebutuhan dimasa mendatang dengan berorganisasi. Akan tetapi tidak selamanya mahasiswa akan bisa meraih apa yang diharapkan dengan mudah. Disini penulis akan memaparkan beberapa kemungkinan yang terjadi pada mahasiswa yang aktif berorganisasi, sementara disisi lain harus memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa terkait kepentingan akademis. Dua kepentingan itulah yang nantinya bisa saja menjadikan mahasiswa akan dihadapkan pada permasalahan waktu, dimana akan terjadi benturan kepentingan. Dalam kondisi seperti itu mahasiswa akan dihadapkan pilihan antara akademis atau organisasi. Inilah kemungkinan yang terjadi pada mahasiswa yang mengalami kejadian seperti itu. Yaitu, memilih kuliah atau organisasi.

Berikut tipe mahasiswa yang nantinya dihadapkan pada kejadian seperti di atas. Pertama, mahasiswa yang sukses akademis dan gagal dalam berorganisasi. Mahasiswa tipe ini biasanya mengalami kesulitan dalam memanajemen waktu antara kuliah dan organisasi. Mereka beranggapan dimana waktu untuk kuliah dalam kaitannya dengan tugas kuliah, banyak yang tersita karena kesibukan organisasi. Mahasiswa tipe ini biasanya dikenal dengan sebutan (deadliner) yaitu, mahasiswa dalam pengerjaan tugas kuliahnya sering dilakukan dalam keadaan kepepet atau satu hari sebelum batas pengumpulan tugas. Akhirnya mereka mengambil keputusan untuk fokus kuliah saja dan meninggalkan organisasi.

Kedua, mahasiswa sukses organisasi dan kuliah lulus tidak tepat waktu. Mahasiswa tipe ini juga mengalami kendala dalam manajemen waktu. Akan tetapi, mahasiswa yang satu ini biasanya terlebih dahulu menentukan komitmennya untuk organisasi. Mereka beranggapan tanggung jawab organisasi yang diembannya harus diselesaikan, sehingga mahasiswa yang termasuk dalam tipe ini tidak jarang merelakan waktu kuliahnya (bolos) demi organisasi.

Ketiga, mahasiswa sukses organisasi dan lulus kuliah tepat waktu dengan nilai yang terbilang memuaskan. Mahasiswa tipe ini memiliki kelebihan dalam urusan memanajemen waktunya, pandai memanfaatkan kesempatan disela-sela waktu antara kuliah dan organisasi. Mampu menjalankan keduanya tanpa merasa terganggu pada organisasi atau kuliah. Mahasiswa tipe ini sering dijadikan panutan oleh mahasiswa lainya, baik itu teman organisasi maupun kuliah. Sebab kemampuannya yang terbilang istimewa.

Dari ketiga tipe mahasiswa di atas sebenarnya tidak ada yang salah. Pada intinya mereka berawal dari tujuan yang sama dan apa yang mereka dapatkan kenyataannya berbeda. Mereka tetap mahasiswa dan keadaan mereka dalam berorganisasipun tetap dihargai. Pada intinya mereka pemuda yang ingin meraih jalan kesuksesan. Tujuan yang sama bisa diperoleh meskipun jalannya berbeda.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *