MURIDNYA MILLENIAL GURUNYA JANGAN KETINGGALAN


Oleh MELIANDAYANI (Pendidikan Akuntansi IUP 2016)

Era Millenial bukanlah suatu hal yang baru saat ini, yang mana di era ini segala aspek kehidupan sudah berkembang dengan pesatnya. Generasi di era ini disebut generasi millenial sebagai pengganti istilah generasi Y (GenY). Menurut para peneliti sosial, generasi millenial adalah mereka yang lahir dalam rentang tahun 1980 sampai 2000, yang berarti saat ini berusia sekitar 15-35 tahun. Generasi ini adalah generasi yang spesial, karena mereka jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Mulai dari segi pendidikan, penggunaan teknologi, etika, moral dan budaya serta ketahanan mentalnya. Mereka lahir di zaman semua sudah canggih dan maju, dimana informasi dengan mudahnya dapat diterima dengan kecanggihan teknologi, fashion dan gaya hidup yang sudah jauh dari generasi sebelumnya. Modernisasi diterima dan berkembang secara cepat.

Di dunia pendidikan, proses pembelajaran sudah tidak relevan jika masih menggunakan standar dan kurikulum yang lama. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik dalam hal ini adalah guru dan calon guru, yang mana mereka harus mampu mengimbangi pesatnya pertumbuhan generasi millenial yang spesial ini. Generasi millenial saat ini sebagian besarnya dapat dilihat mereka tidak suka membaca buku dan lebih tertarik berlama-lama di depan layar ponselnya, entah berselancar di dunia maya maupun asik dengan permainannya. Selain itu, mereka juga dapat melakukan lebih dari satu kegiatan dalam waktu yang bersamaan.

Generasi millenial memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi senior dan tentunya memerlukan perlakuan yang berbeda pula. Sehingga sebagai seorang guru millenial harus mampu beradaptasi dengan murid millenial. Guru di era ini adalah mereka yang setiap harinya selalu terhubung dengan teknologi. Semua sumber belajar dengan mudahnya diperoleh melalui aplikasi dan internet. Media pembelajaran yang digunakan pun sudah mulai beragam baik dengan model pembelajaran langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan software e-learning seperti google classrom, edmodo, padlet, dan sebagainya.

Tantangan sebagai seorang guru di era millenial ini adalah mereka dituntut untuk memiliki kompetensi secara global. Artinya guru tidak hanya ahli di bidang ilmunya saja, tetapi juga harus mampu menguasai di segala bidang, seperti memiliki kemampuan di dalam literasi media, mahir dalam penggunaan teknologi digital, cakap dalam berbahasa dan tidak hanya menguasai bahasa Indonesia saja tetapi multibahasa serta kemampuan lain yang menunjang proses belajar mengajar agar lebih menyenangkan dan mudah diterima oleh siswa millenial. Di sini guru harus bisa menyesuaikan pembelajaran dengan mereka. Sehingga guru harus lebih kreatif dan fleksibel dalam mendidik dan mengajar di sekolah.
Model pembelajaran yang disajikan di kelas pun sudah tidak lagi hanya dengan metode ceramah saja, tetapi juga langsung mempraktikkan dan ditunjang dengan berbagai media yang menarik atau dapat pula dengan menggunakan video, musik, android, dan sebagainnya. Model pembelajaran yang dapat diterapkan seperti Problem Based Learning, Project Based Leaning, Open-Ended Experiental Learning Case, dan sebagainya. Yang mana semua model tersebut berfokus pada aktivitas langsung dari siswa dimana mereka berperan aktif dalam pembelajaran.

Di era generasi millenial ini diimbangi dengan proses digitalisasi yang semakin canggih dan revolusi industri 4.0, yang mana guru harus mampu beradaptasi dengan keadaan, dapat berpikir jauh ke depan dan berani berpikir out of the box agar siswa tidak merasa tertinggal jauh dengan zamannya. Kecanggihan teknologi ini tidak sepenuhnya berdampak buruk dengan cara memanfaatkannya dengan baik maka guru di era millenial akan mampu menjawab tantangan dengan mudah.
Dengan demikian maka guru millenial harus siap menghadapi tantangan di zaman ini dengan memahami model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan era millenial. Guru millenial harus cerdas dan unggul dimana ketika zaman berbeda maka generasi berbeda sehingga tantangan dan penanganannya pun juga dengan hal yang berbeda. Sehingga diharapkan guru akan tetap mampu menangani murid dan tidak ketinggalan dengan kemampuan murid mengikuti perkembangan generasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts you may like