February 2017

PANGAN PETANI DAN KEMISKINAN

Petani memang selalu identik dengan kemiskinan. Data BPS menunjukan dari 27,76 juta penduduk miskin di Indonesia, 17,28 juta diantaranya adalah penduduk perdesaan yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Kondisi ini tak pernah bergerak dari zaman kolonial hingga kini. Petani dan sektor pertanian masih dianggap pekerjaan yang berkubang dengan jerat kemiskinan. Nilai tukar petani (NTP) selama 2016 tahun juga mengalami tren penurunan. Pada bulan juni nilai NTP sebesar 101,47 Angka ini menurun jika dibandingkan NTP bulan januari yang sebesar 102,55. Artinya terjadi kecenderungan penurunan kesejahteraan petani di Indonesia. Apa yang terjadi sebenarnya sudah cukup menggambarkan kondisi kehidupan petani di balik upaya untuk mendorong swasembada pangan. Belakangan pemerintah memang menunjukan keseriusan yang tinggi untuk menggenjot produksi pangan. Komoditas ini menjadi fokus karena terkait langsung dengan fluktuasi harga, stabilitas sosio ekonomi dan elemen strategis lain. Terlihat jelas bahwa pemenuhan pangan mandiri adalah isu terpenting. Pangan adalah komoditas krusial yang harus dijaga suplainya. Anggaran besar disiapkan untuk mendorong swasembada padi, jagung, kedelai dan daging sapi. Tapi sekali lagi fokus utamanya masih pada upaya menggenjot produksi. Hal ini tidaklah salah, karena dasar pijakannya adalah tingginya konsumsi nasional dan fluktuasi produksi di tengah tantangan penurunan produktivitas. Di sisi lain, komoditas pangan juga menjadi penyumbang utama inflasi.  Sehingga...