Unnes dan Visi Konservasi Berkelanjutan

Visi pengembangan UNNES hingga 2040 adalah mewujudkan UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Berwawasan konservasi memiliki makna bercara pandang dan berperilaku prinsip konservasi, yakni perlindungan sistem penyangga kehidupan; pengawetan dan pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) secara lestari , keseimbangan lingkungan ; serta nilai -nilai sosial, seni dan budaya. Prinsip konservasi tersebut menjadi landasan implementasi tridharma UNNES. Selain memberikan dampak positif bagi masyarakat, perkembangan iptek yang demikian pesat juga menimbulkan dampak negatif. Nilai dan karakter unggul terkikis, keunikan dan keunggulan seni dan budaya bangsa dilupakan, dan pengelolaan SDA tidak optimal. Kerusakan lingkungan terjadi serius pada skala nasional maupun global sehingga keselamatan dan kelangsungan kehidupan mahkluk di bumi terancam. Upaya meminimalkan dampak negatif telah banyak dilakukan melalui pengembangan dan pemanfaatan iptek namun hasilnya belum tuntas khususnya dalam mengatasi krisis lingkungan dan SDA, krisis sosial terkait nilai dan karakter serta seni dan budaya. UNNES bertekad menjadi salah satu kekuatan bangsa yang ikut andil mengatasi semua krisis tersebut. Deklarasi tahun 2010 sebagai Universitas Konservasi merupakan titik awal UNNES menjadi kampus berkelanjutan yang diperjuangkan melalui implementasi 3 pilar. Keberhasilan pilar nilai dan karakter ditunjukkan melalui terwujudnya UNNES sebagai Kampus yang berperadaban unggul.

Keberhasilan pilar seni dan budaya ditunjukkan melalui terwujudnya UNNES sebagai kampus berbudaya luhur, sedangkan keberhasilan pilar SDA dan lingkungan ditunjukkan melalui terwujudnya UNNES sebagai kampus hijau yang mandiri. Pengembangan UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi memiliki tiga tujuan. PERTAMA, mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan SDA hayati, non hayati dan eksosistem. KEDUA, melindungi, mengawetkan, dan memanfaatkan SDA secara lestari melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masysrakat. KETIGA, menumbuhkan sikap mental, perilaku, yang bertanggungjawab dan memotivasi civitas akademika serta warga UNNES lainnya untuk mengimplementasikan konservasi nilai dan karakter, seni dan budaya, serta SDA dan lingkungan. UNNES telah berkiprah memberikan sumbangsihnya kepada negeri tercinta Indonesia dan dunia agar bumi yang dihuni makin nyaman. Wawasan konservasi menjadi rujukan bersama dan digunakan sivitas akademika sebagai komunitasi akademik. Wawasan konservasi menduduki posisi utama, terutama sebagai sebuah sistem yang mengarahkan dan memandu sikap dan perilaku konservasi. Salam Konservasi.

Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum (Rektor Universitas Negeri Semarang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.